19 August 2026

DPRD Pohuwato Siapkan Regulasi Ekonomi Kreatif, Produk Lokal Bakal Didorong Jadi Prioritas

by Admin    19 August 2026

DPRD Pohuwato Siapkan Regulasi Ekonomi Kreatif, Produk Lokal Bakal Didorong Jadi Prioritas
DPRD Pohuwato Siapkan Regulasi Ekonomi Kreatif, Produk Lokal Bakal Didorong Jadi Prioritas

Foto : Istimewa

TAGPOHUWATO.ID - Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Pohuwato tengah memfinalisasi tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diarahkan untuk memperkuat regulasi sekaligus mendorong pengembangan potensi daerah, khususnya sektor ekonomi kreatif.

Ketua Pansus III DPRD Pohuwato, Nasir Giasi, mengatakan tiga Ranperda tersebut mencakup regulasi tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Ekonomi Kreatif, serta perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai revisi terhadap Peraturan Daerah tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK), Rabu (19/08/2026). 

Menurut Nasir, Ranperda Ekonomi Kreatif menjadi bentuk keberpihakan pemerintah daerah bersama DPRD terhadap pelaku usaha kreatif lokal. Regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian sekaligus mendorong pengembangan produk-produk unggulan masyarakat Pohuwato.

“Kalau kaitannya dengan ekonomi kreatif, ini adalah sebuah keberpihakan pemerintah daerah dan DPRD. Kami akan mengatur para pelaku usaha ekonomi kreatif agar memiliki regulasi dan aturan yang menjadi acuan,” jelas Nasir.

Ia menilai, keberadaan regulasi tidak cukup hanya memberikan perlindungan kepada pelaku ekonomi kreatif. Pemerintah daerah, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan dan desa, juga perlu terlibat aktif dalam mempromosikan serta menggunakan produk lokal.

Nasir menyoroti masih minimnya pemanfaatan produk ekonomi kreatif Pohuwato dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun daerah. Padahal, menurutnya, sejumlah produk lokal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi masyarakat.

“Banyak produk ekonomi kreatif kita, tetapi kita sendiri belum menggunakannya secara maksimal. Setiap ada perhelatan seperti 17 Agustus kemarin, masih banyak produk dan perlengkapan yang kita lihat dibeli dari luar daerah atau dari luar Pohuwato,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong agar pemerintah daerah mulai memberikan ruang lebih besar bagi produk lokal dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.

Nasir bahkan mencontohkan sektor olahraga. Menurutnya, kebutuhan seperti piala, medali, hingga berbagai ornamen kegiatan olahraga dapat diproduksi oleh pelaku ekonomi kreatif di Pohuwato.

“Seperti di dunia sepak bola, semua ornamen ke depan, semacam piala dan medali, sudah harus menggunakan hasil ekonomi kreatif lokal Pohuwato,” tegasnya.

Ia menambahkan, potensi ekonomi kreatif Pohuwato tidak hanya terbatas pada kopiah keranjang dan kerawang. Masih banyak produk lokal lainnya yang berpotensi dikembangkan dan memiliki nilai ekonomi apabila didukung kebijakan serta pemasaran yang tepat.

“Tidak hanya kopiah keranjang, kerawang dan lain-lain. Masih banyak lagi produk ekonomi kreatif kita. Saya kira ini produk yang hari ini pemasarannya masih lemah, dan kehadiran pemerintah daerah bersama DPRD juga masih lemah,” katanya.

Menurut Nasir, lemahnya pemasaran menjadi salah satu persoalan yang harus dibenahi. Karena itu, melalui Ranperda tersebut, pemerintah daerah diharapkan memiliki landasan yang lebih kuat untuk melakukan pembinaan, pemberdayaan, promosi, hingga pemanfaatan produk ekonomi kreatif lokal.

Ia memastikan pembahasan tiga Ranperda tersebut kini telah memasuki tahap finalisasi dan fasilitasi sebelum dibawa ke rapat paripurna.

“Insyaallah dengan kehadiran Perda ini, kita berharap ekonomi kreatif di Pohuwato bisa lebih berkembang. Ranperda ini sudah masuk tahap finalisasi dan fasilitasi. Tidak lama lagi akan diparipurnakan untuk pembicaraan tingkat dua,” pungkas Nasir. (Mul)


iklan