24 January 2025

Krisis Air Bersih Diwilayah Barat Makin Meluas, Parlemen Panua Kembali Datangi Lokasi di KM 18.

by Admin    24 January 2025

Krisis Air Bersih Diwilayah Barat Makin Meluas, Parlemen Panua Kembali Datangi Lokasi di KM 18.
Krisis Air Bersih Diwilayah Barat Makin Meluas, Parlemen Panua Kembali Datangi Lokasi di KM 18.

Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento Bersama Rombongan Saat Meninjau Langsung Lokasi Terdampak Krisis Air di Kecamatan Popayato. (Foto : Edi Susanto)

TAGPOHUWATO.ID - Persoalan krisis air bersih diwilayah barat Kabupaten Pohuwato, tepatnya di Kecamatan Popayato dan kecamatan Popayato Timur kian meluas.

Hal tersebut kini menjadi keluhan Sebagian besar masyarakat yang ada di dua kecamatan dibagian barat Kabupaten Pohuwato itu.

Anggota Parlemen Panua pada Jumat, 24 Januari 2025 turun lengkap Bersama rombongan Bupati Pohuwato, untuk mendatangi Kembali lokasi yang diduga menjadi sumber masalah terjadi kotornya kualitas air, tepatnya di KM 18 Popayato.

Kunjungan ini merupakan yang kedua kalinya, sebelumnya Ketua DPRD Pohuwato Bersama anggota melakukan hal yang sama pada Jumat, (03/01/2025).

Beni Nento mangatakan bahwa, ini tidak hanya sebatas menggugurkan kewajiban sebagai anggota DPRD namun disini kita ingin menghadirkan solusi atas permasalah tersebut.

“Kita ingin menghadirkan solusi. Namun sebelum ada solusi tentu kita perlu tahu sumber masalahnya, dan ternyata penyebabnya adalah aktivitas tambang dengan menggunakan alat berat,”ujar Beni Nento

Dari hasil kunjungan ini, pihak DPRD Pohuwato akan membuat rekomendasi yang nantinya diharapkan akan menjadi sebuah solusi untuk dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam menjawab keluhan dari masyarakat.


Ketua Komisi III DPRD Pohuwato, Nasir Giasi, yang juga membidangi soal pertambangan menyampaikan bahwa, salah satu penyebab Utama keruhnya air di Popayato ini, adanya aktifitas tambang di KM 18.

“Kami serius mengawal ini. Karena ada ribuan masyarakat yang hari ini mengeluh kesusahan air. Kita tidak serta – merta hanya memikirkan keuntungan dari menambang, namun membiarkan ribuan orang warga Popayato terdampak keruhnya air akibat penggunaan alat berat pertambangan,” tegas Nasir.

Lebih lanjut ditambahkan Nasir, masalah keruhnya air di Popayato ini selain karena adanya aktifitas tambang, sistem pengelolaan air yang dimiliki oleh PDAM harus lebih baik lagi.

“Kita perlu sistem pengelolaan air yang lebih modern. Kita perlu berkaca ke kota – kota besar, yang bahkan bisa mengolah air tercemar untuk dikonsumsi,”terang Nasir

Ia pun berharap kedepan ada langkah-langkah solutif yang dilakukan Bersama antara seluruh pihak untuk menyelesaikan permasalah ini.



iklan